PERISTIWA PERANG SALIB DAN INVASI MONGOL PADA MASA ABBASIYAH

Wednesday, 3 December 20144komentar

                                                          Oleh: Syafieh, M. Fil. I




A.    PENDAHULUAN
            Sejak kekuasaan Bani Abbasiyah didominasi oleh orang-orang Turki, Buwaihi dan Saljuk, Otoritas kekuasaanya tidak mempunyai pengaruh politik sama sekali dan dapat dikatan hanya sebagai boneka saja. Hal ini ditandai dengan melemahnya kepatuhan dinasti-dinasti kecil yang berada dibawah taring kekuasannya. Perpecahan dikalangan umat islam membuka jalan bagi rezim-rezim non-muslim seperti Mongol dan pasukan dari Negara-negara Eropa untuk menguasai Negara Islam dan peradabannya.
            Perang salib menyebabkan banyak kerugian dikalangan umat Islam terutama dalam aspek politik. Imeprium Islam dihancurkan secara sistematik.  Belum lagi kedatangan orang-orang Mongol yang membawa malapetaka dan bencana terhadap umat Islam melalui pembantaian, sistem perbudakan dan bebean pajak yang tinggi. Bahkan Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan takut pula dibumi hanguskan oleh Hulagu Khan dan pasukannya.
            Untuk mengetahui sejauh mana proses dan dampak yang ditimbulkan dari serangan-serangan (invasi) bangsa Mongol dan perang salib tersebut, maka ini faktor latar belakang kami sebagai pemakalah dalam menyusun makalah ini. Dan kami akan mengurainya secara jelas.


B. SEJARAH PERANG SALIB
1.      Timbulnya Perang Salib
Perang salib (The Crusader War) adalah serangkaian perang agama selama hampir dua abad sebagai reaksi kristen eropa terhadap Islam asia. Perang ini terjadi karena sejumlah kota dan tempat suci Kristen diduduki Islam sejak 632, seperti di Suriah, Asia Kecil, Spanyol, dan Sicilia. Militer Kristen menggunakan salib sebagai simbol yang menunjukkan bahwa perang ini suci dan bertujuan membebaskan kota suci baitul maqdis (Yerusalem) dari orang Islam.
Perang salib awalnya disebabkan adanya persaingan pengaruh antara Islam dan Kristen. Penguasa Islam AIP Arselan yang memimpin gerakan ekspansi yang kemudian dikenal dengan “Peristiwa Manzikart”. [1]
Pada tahun 464 H (1071 M), tentara ALP Arselan yang hanya berkekuatan 15.000 prajurit, dalam peristiwa ini berhasil mengalahkan tentara romawi yang berjumlah 200.000 orang, terdiri dari tentara Romawi, Ghuz, Al-Akraj, Al-Hajr, Prancis, dan Armenia. Peristiwa besar ini menanamkan benih permusuhan dan kebencian orang-orang Kristen terhadap umat islam, yang kemudian mencetuskan Perang Salip. Kebencian itu bertambah setelah dinasti Seljuk dapat merebut Bait Al-Maqdis pada tahun 471 H dari kekuasaan Dinasti Fathimiyah yang berkedudukan di Mesir. [2]
Menurut Phillip K. Hittin, Perang Salib adalah reaksi dunia Kristen di Eropa terhadap dunia Islam di Asia. Dilihat dari sudut lain, maka faktor-faktor yang turut menimbulkan perang salib ialah keinginan mengembara kemiliteran bangsa Tentonia. Akan tetapi, yang merupakan penyebab langsung terjadinya perang salip ialah permintaan kaisar Alexius Comnenus tahun 1095, kepada Paus Urbanus II. Kaisar dari Bizantium ini meminta bantuan dari Romawi, karena daerah-daerahnya yang tersebar sampai ke pesisir laut Marmura ditindas-binasakan oleh Bani Saljuk. Bahkan, kota Konstantinopel pusat kekuasaan Romawi diancam direbut oleh kaum muslimin. [3]

2.      Sebab-sebab Perang Salib
Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya perang salip. Adapun yang menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya perang salib, ada tiga hal, yaitu agama, politik, dan sosial ekonomi.
a)      Faktor agama
Sejak dinasti Saljuk merebut Baitul Maqdis dari tangan Dinasti Fathimiyah pada tahun 1070 M, pihak Kristen merasa tidak bebas lagi menunaikan ibadah ke sana karena penguasa Saljuk menetapkan sejumlah peraturan yang dianggap mempersulit mereka yang hendak melaksanakan ibadah ke Baitul Maqdis. Umat Kristen merasa perlakuaan apara penguasa Dinasti Saljuk sangat berbeda dari para penguasa islam lainnya yang pernah berkuasa di kawasan itu sebelumnya.
b)      Faktor politik
Ketika itu dinasti Saljuk di Asia Kecil sedang mengalami perpecahan, dan Dinasti Fathimiyah di Mesir dalam keadaan lumpuh, sementara kekuasaan islam di Spanyol semakin goyang. Situasi yang demikian, mendorong para penguasa Kristen di Eropa untuk merebut satu persatu daerah kekuasaan islam, seperti dinasti kecil di Edessa dan Baitul Maqdis.
c)      Faktor sosial ekonomi
Stratifikasi sosial masyarakat eropa ketika itu terdiri dari tiga kelompok, yaitu kaum gereja, kaum bangsawan, serta kesatria, dan rakyat jelata. Meskipun merupakan mayoritas dalam masyarakat, kelompok yang terakhir ini menempati kelas yang paling rendah. Kehidupan mereka sangat tertindas dan terhina. Oleh karena itu, mereka di mobilisasi oleh pihak-pihak gereja untuk turut mengambil bagian dalam perang salib dengan janji akan diberikan kebebasan dan kesejahteraan yang lebih baik apabila perang dapat di menangkan. Mereka menyambut seruan itu secara spontan dengan melibatkan diri dalam perang tersebut.[4


3.      Periodisasi Perang Salib
Para sejarawan berbeda pendapat dalam menetapkan periodisasi perang salib. Prof. Ahmad Syalabi dalam At-Tarikh Al Islami wa Al-Hadharat Al-Islamiyyah misalnya, membagi periodisasi perang salib itu terbagi atas tujuh periode.
Sedangkan menurut Dr. Badri Yatim, M.A, bahwa perang salib dapat dibagi dalam 3 periode. Menurut Phillip K. Hitti dalam The Arabs A Short History, pembagian perang salib yang lebih tepat adalah sebagai berikut:
1.      Periode penaklukkan (1096-1144 M)
2.      Periode reaksi umat islam (1144-1192 M)
3.      Periode perang Saudara kecil-kecilan atau periode kehamcuran dalam pasukan salib (1192-1291 M). disebut Perang Saudara kecil-kecilan atau periode ini mudah dikenal disemangati ambisi politik untuk memperoleh kekuasaan dan sesuatu yang bersifat materi daripada motivasi agama. [5]

1.      Periode pertama (1095-1147 M)
Pada musim semi tahun 1095 M, 150.000 orang Eropa sebagian besar bangsa Perancis dan Norman, berangkat menuju konstantinopel, kemudian ke palestina. Tentara salib yang dipimpin oleh Gudfrey, Bohemond, dan Raymond, ini memperoleh kemenangan besar. Pada tanggal 18 Juni 1097 mereka berhasil menaklukkan Nicea dan tahun 1098 M menguasai Raha (Edessa). Disini mereka mendirikan kerajaan Latin I dengan Baldawin sebagai Raja. Pada tahun yang sama mereka dapat menguasai Antiochea dan mendirikan kerajaan II di Timur. Bohemond dilantik sebagai rajanya. Mereka juga berhasil menduduki Baitul Maqdis (15 Juli 1099 M) dan mendirikan kerajaan Latin II dengan rajanya, Godfrey. Setelah penaklukkan Baitul maqdis itu, tentara salib melanjutkan ekspansinya. Mereka menguasai kota Akka (1104 M), Tripoli (1109 M) dan kota Tyre (1124 M). Di Tripoli mereka mendirikan kerajaan Latin IV, rajanya adalah Raymond. [6]

2.        Periode kedua (1147-1179 M)
Pada tahun 1147-1179 M dipimpin oleh raja Louis VII dari Perancis, Kaisar Krurad dari jerman, dan putra Roger dari Sisilia. Menyambut kedatangan angkatan kedua Salibiyah, muncullah pahlawan Nuruddin Zanki, Putra Imanuddin Zanki dan tentara Salib II tidak dapat berbuat banyak, bahkan dimana-mana dapat dikalahkan.
Di Mesir peperangan salib ini melahirkan pahlawan yang termansyur namanya ialah Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Dengan pimpinan Shalahuddin ini bahkan tentara Islam dapat merebut kembali Baitul Maqdis, kota yang menjadi tujuan tentara salib.[7]
3.      Periode ketiga
Tentara Salib pada periode ketiga ini dipimpin oleh raja jerman, Frederick II. Kali ini mereka berusaha merebut Mesir terlebih dahulu sebelum ke Palestina, dengan harapan mendapat bantuan dari orang-orang Kristen Qibti.
Pada tahun 1219 M, mereka berhasil menduduki Dimyat Raja mesir dari Dinasti Ayyubiyah. Waktu itu, Al-Malik Al-Kamil, membuat perjanjian dengan Frederick. Isinya antara lain, Frederick bersedia melepaskan dimyat, sementara Al-Malik Al-Kamil melepaskan Palestina. Frederick menjamin keamanan kaum muslimin di sana dan Frederick tidak mengirim bantuan kepada Kristen Syria. Dalam perkembangan berikutnya, Palestina dapat direbut kembali oleh kaum muslimin tahun 1247 M, di masa Pemerintahan Al-Malik Al-Shalih, penguasa Mesir selanjutnya. Ketika mesir dikuasai oleh dinasti Mamalik yang menggantikan posisi dinasti Ayyubiyah pimpinan perang dipegang oleh Baybars dan Qalwun. Pada masa merekalah Akka dapat direbut kembali oleh kaum muslimin, tahun 1291 M.[8]
Demikianlah perang salib yang terjadi di timur. Perang ini tidak hanya berhenti di barat, di Spanyol, sampai akhirnya umat Islam terusir dari Spanyol Eropa. Akan tetapi, meskipun demikian mereka tidak dapat menurunkan bendera Islam dari Palestina. [9]

C. INVASI MONGOL
1.      Silsilah Bangsa Mongol
Fakta sejarah mengungkapkan bahwa pelopor bangsa Mongol adalah Yesugay, ayah dari Chinggis Khan. Setelah kematian Yesugay, Chinggis Khan memimpin bangsa Mongol. Nama jelas Chinggis adalah Temujin yang lahir pada tahun 1154 M. Dan memproklamasikan sebagai Khan (raja) pada tahun 1219, bangsa Mongol menaklukkan Cina seluruh bangsa Tartar. Sejak itu, umat Islam diatur oleh beberapa dinasti baru.
Dalam tulisan Ali Mufrodi dijelaskan bahwa asal mula bangsa Mongol ialah dari masyarakat hutan yang mendiami Siberia dan Mongol luar disekitar danau Baikal. Temujin adalah seorang pandai besi yang mencuat namanya karena memenangkan perselisihan dengan orang Khan atau Togril, seorang kepala suku Kereyt. Chinggis sebenarnya adalah gelar bagi temujin yang diberikan kepadanya oleh sidang kepala-kepala suku Mongol yang mengangkatnya sebagai pemimpin tertinggi bangsa itu pada tahun 1206.
Chinggis Khan menyempurnakan moral masyarakatnya dengan undang-undang yang dibuatnya, yakni Yasa atau Yasaq. Isi undang-undang tersebut antara lain adalah hukum mati bagi siapa yang berbuat perzinaan, sengaja berbohong, melakukan magic, mata-mata, membantu salah satu dari 2 orang yang berselisih, memberi makan atau pakaian kepada tawanan perang tanpa izin dan bagi yang gagal melaporkan budak belian yang melarikan diri juga dikenakan hukuman mati.
Bangsa yang dipimpinnya meluas ke wilayah Tibet (Cina Barat Laut), dan Cina pada tahun 1213, serta dapat menaklukkan Beijing pada tahun 1215. Ia menundukkan Turkistan pada tahun 1218 yang berbatasan dengan wilayah Islam, yakni Khwarazm Syah. Invasi Mongol ke wilayah Islam terjadi karena adanya peristiwa Utrar pada tahun 1218, yaitu ketika Gubernur Khawarazm membunuh para utusan Chinggis yang disertai pula oleh para saudagar muslim.peristiwa tersebut menyebabkan Mongol menyerbu wilayah Islam dan dapat menaklukkan Transoxania yang merupakan wilayah Khwarazm tahun 1219-1220, padahal sebelumnya mereka justru hidup berdampingan secara damai satu sama lain. Kota Bukhara di Samarkand yang didalamnya terdapat makam Imam Bukhari, salah seorang perawi hadis yang termansyur, dihancurkan. Jalaluddin, penguasa Khwarazm yang berusaha meminta bantuan kepada Khalifah Abbasiyah di Baghdad, menghindari diri dari serbuan Mongol. Ia diburu oleh lawannya hingga ke india pada tahun 1221, dan akhirnya ia lari ke barat. Toluy, salah seorang anak Chinggis, diutus ke Khurasan, sementara anaknya yang lain, yakni Jochi dan Chaghatay bergerak untuk merebut wilayah sungai Sir Darya Bawah dan Khwarazm.
Wilayah kekuasaan Jengis Khan yang luas tersebut dibagi untuk empat orang putranya sebelum ia meninggal dunia pada tahun 624/1227. Pertama ialah Jochi, anaknya yang sulung mendapat wilayah Siberia bagian barat dan stepa Qipchaq yang membentang hingga ke Rusia Selatan, di dalamnya terdapat Khwarazm. Kedua adalah Chaghatay, mendapat wilayah yang membentang ke timur, sejak Transoxania hingga Turkistan Timur atau Turkistan Cina. Ketiga  bernama Ogedey, adalah putra Jengis Khan yang terpilih oleh Dewan Pemimpin Mongol untuk menggantikan ayahnya sebagai Khan Agung yang mempunyai wilayah di Pamirs dan T’ien Syan. Keempat ialah Toluy, si bungsu mendapat bagian wilayah Mongolia sendiri. Anak-anaknya, yakni Mongke dan Qubilay menggantikan Ogedey sebagai Khan Agung.

2.      Invasi Mongol Sampai Baghdad Jatuh
Invasi Mongol terjadi pada masa pemerintahan Iltutmish pada tahun 1221 M. Orang-orang Mongol muncul untuk pertama kalinya ditepi Sungai Indus di bawah pemimpin mereka yang terkenal, Jengis Khan. Jengis Khan menjadikan orang-orang Mongol sebagai kekuatan politik dan militer yang terbesar di Asia. Dia menundukkan negeri-negeri Asia Tengah dan Asia Barat dengan cepat, dan ketika dia menyerang Jalaluddin, Syah Khawarizm yang terakhir, Syah tersebut melarikan diri ke Punjab dan mencari perlindungan di daerah jajahan Iltutmish.
Kisah jaruhnya ibukota Abbasiyah pada tahun 1258, yang didirikan oleh khalifah kedua, Al-Mansur terjadi setelah diblokade kota “Seribu Satu Malam”, dinding-dinding Baghdad yang kuat diserang oleh pasukan Holako Khan pada bulan Januari 1258. Orang-orang mongol tidak mau menerima syarat-syarat yang diajukan oleh pihak Abbasiyah untuk menerima penyerahan kota. Bahkan, mereka tidak dapat menerima ancaman-ancaman yang direkayasa dan dipercayai oleh penduduk Baghdad, seperti akan hancur bagi siapa saja yang memusuhi khalifah Abbasiyah dan bila khalifah dibunuh, kesatuan alam akan terganggu, matahari akan bersembunyi, hujan akan terhenti turun, dan tumbuh-tumbuhan tidak akan hidup lagi. Hulako tidak mau menerima ancaman yang berbau gaib itu karena ia sudah dinasihati oleh para astropolognya.
Akhirnya, pasukan Mongol menyerang kota pada tanggal 10 Februari 1258. Khalifah beserta 300 pejabat tinggi Negara menyerah tanpa syarat. Hulako mengenakan gelar II khan dan menguasai wilayah yang lebih luas lagi sehingga ke Siria Utara, seperti kota Aleppo, Hama, Harim.
Dalam tulidan Philip K. Hitti, dijelaskan bahwa pada tahun 1253, Hulagu, cucu Jengis Khan, bergerak dari Mongol memimpin pasukan berkekuatan besar untuk membasmi kelompok pembunuh (hasyasyin) dan menyerang kekhalifahan Abbasiyah. Inilah gelombang serangan kedua yang dilakukan bangsa Mongol.
Pada 1256, sejumlah besar benteng Hasyasyin, termasuk “puri induk” di Alamut, telah direbut tanpa sedikitpun kesulitan, dan kekuasaan kelompok yang ketakutan hancur-lebur. Bahkan lebih tragis lagi, bayi-bayi disembelih dengan kejam. Pada Januari1258, anak buah Hulagu bergerak untuk meruntuhkan tembok ibukota. Selanjutnya, ia ingin merebut Mesir, tetapi malang, pasukan Mamluk rupanya lebih kuat dan lebih cerdik sehingga pasukan Mongol dapat dipukul di ‘Ain Jalut, Palestina, pada tahun 1260. Ia pun mengurungkan niatnya melangkahi Mesir. Atas saran Nasiruddin At-Tusi, seorang filosof muslim besar, ia membangun observatorium di Maragha pada tahun 1259.
Pada tahun 1260, pasukan Hulagu mengancam Suriah Utara. Selain merebut Aleppo dan menebaskan pedangnya untuk membantai sekitar 50.000 penduduknya, dia juga merebut Hamah dan Harim. Setelah mengutus seorang jenderal untuk mengepung Damaskus, akhirnya ia -karena merasa terbebani oleh kematian saudaranya, Khan Yang Agung -pulang ke Persia. Balatentara yang ditinggalkannya, stelah menaklukkan Suriah di hancurkan pada tahun 1260 di ‘ain Jalut (mata ait Goliath).
Sebagai pendiri Kerajaan Mongol di Persia-yang terbentang dari Amu Darya sampai perbatasan Suriah, dan dari pegunungan Kaukasus sampai Samudera Hindia. Hulagu adalah raja pertama yang memangku gelar II khan. Gelar ini disandang oleh para penerusnya hingga penerus ke tujuh, Ghazan Mahmud, yang dibawah kekuasaannya, islam dengan kecenderungan Syiah menjadi agama Negara. Dibawah rezim Ilkhan atau Hulagu, Baghdad diturunkan posisinya menjadi ibukota provinsi dengan nama Iraq Al-‘Arabi. Hulagu yang memerintah hingga tahun 1265 digantikan oleh anaknya, Abaqa.orang-orangMongol II Khaniyah ini bersekutu dengan orang –orang salib, penguasa Kristen Eropa, Armeria, Cilicia untul melawan Mamluk.
3.      Batas Kekuasaan Mongol
Wilayah kultur arab menjadi jajahan Mongol setelah Baghdad ditaklukkan oleh Hulagu Khan pada tahun 1258. Ia membentuk kerajaan II Khaniyah yang berpusat di Tabris dan Maragha. Ia dipercaya oleh saudaranya, Mongke Khan untuk mengembalikan wilayah-wilayah Mongol di Asia Barat yang telah lepas dari kekuasaan Mongol setelah sepeninggalnya Chinggis. Ia berangkat disertai pasukan yang besar untuk menunaikan tugas pada tahun 1253 dari Mongolia. Atas kepercayaan saudaranya tersebut, Hulagu dapat menguasai wilayah yang luas, seperti Persia, Irak, Caucasus, dan Asia kecil. Sebelum menundukkan Baghdad, ia telah menguasai pusat gerakan Syiah Islamiyah di Persia Utara, tahun 1256 yang telah bersekutu dengan Mamluk, penguasa Muslim yang berpusat di Mesir. Hubungan dinasti II Khaniyah lama-kelamaan renggang dengan saudara-saudaranya, terutama setelah meninggalnya Qubilay Khan pada tahun 1294 perselisihan dalam tubuh II Khaniyah sendiri menyebabkan terpecahnya kerajaan menjadi dinasti kecil yang bersifat local.
Dari sini, dapat dilihat bahwa kultur islam yang ada di kawasan budaya arab, seperti Irak dan Siria, serta sebagian Persia sebelah barat, walaupun secara pilitis dapat ditaklukkan oleh Mongol, akhirnya Mongol sendiri terserap kedalam budaya Islam. Dapat disimplkan bahwa akar budaya islam dikawasan budaya arab diperintahkan bikan hanya dinasti yang berbangsa arab saja, tetapi siapa yang kuat akan memerintah wilayah tersebut.
4.      Akibat Serangan Mongol terhadap Islam
Ada 2 dampak akibat terjadinya Baghdad jatuh ke Mongol, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak negatifnya yaitu kehancuran jelas dimana-mana akibat serangan Mongol sejak wilayah timur hingga ke barat. Kehancuran kota-kota dengan bangunan-bangunan yang memperburuk situasi umat islam. Pembunuhan terhadap umat islam terjadi, bukan hanya pada masa Hulagu yang membunuh Khalifah Abbasiyah dan keluarganya, tetapi pembunuhan dilakukan juga terhadap umat islam yang tidak berdosa. Argun membunuh umat islam dan mencopotnya dari jabatan-jabatan penting Negara.
Bangsa Mongol yang sal mulanya memeluk agama nenek moyang mereka, lalu beralih memeluk agama Budha rupanya bersimpati kepada orang-orang Kristen yang bangkit kembali pada masa itu dan menghalang-halangi dakwah islam di kalangan Mongol. Yang lebih fatalnya lagi adalah hancurnya Baghdad sebagai pusat dinasti Abbasiyah yang didalamnya terdapat tempat belajar dengan fasilitas perpustakaan, hilang lenyap dibakat oleh Hulagu.
Ada pula dampak positifnya antara lain disebabkan mereka berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat muslim dalam jangka waktu yang panjang, seperti yang dilakukan oleh Gazan Khan (1295-1304) yang menjadikan islam sebagai agama resmi kerajaannya, walaupun ia pada mulanya beragama Budaha. Rupanya, ia telah mempelajari agama-agama sebelum menetapkan keislamannya, dan yang lebih mendorongnya masuk Islam ialah pengaruh seorang menterinya Rasyiduddin yang terpelajar dan ahli sejarah yang terkemuka yang selalu dialog dengannya, dan Nawruz, seorang gubernurnya untuk beberapa provinsi Siria. Ia menyuruh kaum Kristen dan Yahudi untuk membayar jizyah dan memerintahkan mencetak uang yang bercirikan islam, melarang riba, menyuruh para pemimpinnya menggunakan sorban. Ia meninggal ketika masih berumur 32 tahun, karena tekanan batin yang berat sehingga ia sakit dan menyebabkan kematiannya ketika pasukannya kalah di Siria dan munculnya sebuah komplotan yang berusaha untuk mengusirnya dari kekuasaannya.
Sepeninggal Gazan digantikan oleh Uljaitu Khuda Banda (1305-1316) yang memperlakukan alirah Syiah sebagai hukum resmi kerajaannya. Ia mendirikan ibukota baru yang bernama Sultaniyah dekat Qazwain yang dibangun dengan arsitektur khas II Khaniyah. Banyak koloni dagang Italia terdapat di Tabriz dan II Khaniyah menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan antara dunia barat dan india serta Timur Jauh. Namun, perselisihan dalam keluarga Dinasti II Khaniyah menyebabkan runtuhnya kekuasaan mereka. [10]


D. KESIMPULAN
Perang salib merupakan peristiwa perang tentara Islam dan Kristen yang sangat penting dan perjalanan sejarah masyarakat Muslim dan Kristen Eropa. Perang Salib termasuk perang terlama yang memakan waktu kurang lebih dua abad (1096-1291 M). Hal ini terjadi bermula kebencian umat Kristiani terhadap masa pemerintahan Dinasti Seljuk yang dapat menguasai kota suci mereka. Terlebih dinasti menguasai Baitul Maqdis. Dalam peperangan ini tentara Salib memakai tanda salib di pakaiannya sebagai tanda pemersatu umat Kristiani dan menunjukkan peperangan suci.
Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perang salib, ada tiga hal, yaitu agama, politik, dan sosial ekonomi. Menurut Philip K. Hitti, sebagaimana yang dikutip oleh banyak sejarawan, bahwa Perang Salib dibagi ke dalam tiga periode, yaitu periode pertama disebut sebagai periode penaklukkan. Kemudian periode kedua disebut dengan periode reaksi umat Islam dan yang terakhir adalah periode ketiga disebut dengan periode kehancuran. Kekuatan utama di balik terjadinya Perang Salib diantaranya dari Kekaisaran Byzantium, Kerajaan Spanyol, Gerakan Salibiyah, Blokade Negara Salibis, dan Penjajahan (Kolonialisme).
Sesungguhnya invansi pasukan Mongol terhadap Negara-negara Islam adalah tragedi besar yang tidak ada tandingannya sebelum ini dan sesudahnya. Kendati sebelumnya di dahului oleh perang Salib, apalagi melihat peristiwa hancurnya ibu kota Dinasti Abbasiyah yaitu Baghdad.
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa faktor hancurnya wilayah-wilayah Islam yang termasuk didalamnya adalah Baghdad, diantaranya adalah:
o   Terjadinya perpecahan dan konflik internal kaum muslimin.
o   Setiap amir atau khalifah hanya perhatian kepada wilayahnya saja, tanpa beban ketika ada suatu wilayah Islam lainya jatuh di tangan musuh.
o   Kurang professional dalam mengangkat pejabat Negara, terutama dalam bidang politik dan militer.
o   Kurangnya jiwa revolosioner di kalangan ummat Islam, mereka banyak terjun di dunia sufi, fiqh, dan teologi.

DAFTAR PUSTAKA


Amin, Samsul Munir. 2010. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Amzah

Sunanto, Musyrifah. 2004. Sejarah Islam Klasik. Jakarta: Prenada Media

Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: Pustaka Setia

Yatim, Badri. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada


[1] Drs. Samsul Munir Amin, M.A, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Amzah, 2010) hal. 231
[2] Dr. Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008) hal. 77
[3] Prof. Dr. H. Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik (Jakarta: Prenada Media, 2004) hal. 182
[4] Drs. Samsul Munir Amin, M.A, Sejarah Peradaban Islam, hal. 234-236
[5] Ibid, hal. 137
[6] Dr. Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, hal. 77
[7] Prof. Dr. H. Musyrifah Sunanto, Sejarah Islam Klasik, hal. 184
[8] Ibid, hal. 79
[9] Ibid, 241
[10] Dedi Supriyadi, M.A, Sejarah Peradaban Islam (Bandung: Pustaka Setia, 2008) Hal. 177-186
Share this article :

+ komentar + 4 komentar

29 September 2016 at 10:32

IMAM MAHDI MENYERU
BENTUKLAH PASUKAN MILITER PADA SETIAP ZONA ISLAM
SAMBUTLAH UNDANGAN PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah senjata kalian.

Dengan memohon Ijin Mu Ya Allah Engkaulah Pemilik Asmaul Husna, Ya Dzulzalalil Matien kami memohon dengan namaMu yang Agung
Pemilik Tentara langit dan Bumi perkenankanlah kami menggunakan seluruh Anasir Alam untuk kami gunakan sebagai Tentara Islam untuk Menghancurkan seluruh Kekuatan kekufuran, kemusyrikan dan kemunafiqan yang sudah merajalela di muka bumi ini hingga Dien Islam saja yang berdaulat , tegak perkasa dan hanya engkau saja Ya Allah yang berhak disembah !

Firman Allah: at-Taubah 38, 39
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat, melainkan sedikit
sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

Berjihad itu adalah satu perintah Allah yang Maha Tinggi, sedangkan mengabaikan Jihad itu adalah satu pengingkaran dan kedurhakaan yang besar terhadap Allah!

Firman Allah: al-Anfal 39
Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah.

Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan kepada manusia di bumi.
Ketahuilah !, Semua Negara Didunia ini adalah Negara Boneka Dajjal

Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada sesama manusia karena itu adalah FITNAH

Firman Allah: al-Hajj 39, 40
Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka itu. Iaitu
orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah

Firman Allah: an-Nisa 75
Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk (membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki, perempuan-perempuan dan kanak-kanak .
Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan(al-Baqarah 217)

Firman Allah: at-Taubah 36, 73
Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.

Firman Allah: at-Taubah 29,
Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..

Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa / kampung.
Bersiaplah menjadi Tentara Islam akhir Zaman sebelum anda dibantai oleh Zionis,Salibis,Munafiq dan Musyrikin
Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.

Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera Hitam
Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

email : seleksidim@yandex.com

Dipublikasikan
Markas Besar Angkatan Perang
Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

29 September 2016 at 10:33

PENDAFTARAN BELA NEGARA
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

Untuk Wali Wali Allah dimana saja kalian berada
Sekarang keluarlah, Hunuslah Pedang dan Asahlah Tajam-Tajam

Api Jihad Fisabilillah Akhir Zaman telah kami kobarkan
Panji-Panji Perang Nabimu sudah kami kibarkan
Arasy KeagunganMu sudah bergetar Hebat Ya Allah,

Wahai Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang
hamba memohon kepadaMu keluarkan para Muqarrabin bersama kami

Allahumma a’izzal islam wal muslim wa adzillas syirka wal musyrikin wa dammir a’da aka a’da addin wa iradaka suui ‘alaihim yaa Robbal ‘alamin.

Wahai ALLAH muliakanlah islam dan Kaum Muslimin, hinakan dan rendahkanlah kesyirikan dan pelaku kemusyrikan dan hancurkanlah musuh-mu dan musuh agama-mu dengan keburukan wahai RABB
semesta alam.

Allahumma ‘adzdzibil kafarotalladzina yashudduna ‘ansabilika, wa yukadzdzibuna min rusulika wa yuqotiluna min awliyaika.

Wahai ALLAH berilah adzab…. wahai ALLAH berilah adzab…. wahai ALLAH berilah adzab…. orang-oramg kafir yang telah menghalang-halangi kami dari jalan-Mu, yang telah mendustakan-Mu dan telah membunuh Para Wali-Mu, Para Kekasih-Mu

Allahumma farriq jam’ahum wa syattit syamlahum wa zilzal aqdamahum wa bilkhusus min yahuud wa syarikatihim innaka ‘ala kulli syaiin qodir.

Wahai ALLAH pecah belahlah, hancur leburkanlah kelompok mereka, porak porandakanlah mereka dan goncangkanlah kedudukan mereka, goncangkanlah hati hati mereka terlebih khusus dari orang-orang yahudi dan sekutu-sekutu mereka. sesungguhnya ENGKAU Maha Berkuasa.

Allahumma shuril islam wal ikhwana wal mujahidina fii kulli makan yaa rabbal ‘alamin.

Wahai ALLAH tolonglah Islam dan saudara kami dan Para Mujahid dimana saja mereka berada wahai RABB Semesta Alam.
Aamiin Yaa Robbal ‘Alamin

Wahai Wali-wali Allah Kemarilah, Datanglah dan Berkujunglah dan bergabunglah bersama kami kami Ahlul Baitmu

Al Qur`an adalah manhaj (petunjuk jalan) bagi para Da`i yang menempuh jalan dien ini sampai hari kiamat, Kami akan bawa anda untuk mengikuti jejak langkah penghulu para rasul Muhammad SAW dan pemimpin semua umat manusia.

Hai kaumku ikutilah aku, aku akan menunjukan kepadamu jalan yang benar (QS. Al-Mu'min :38)

Wahai para Ikwan Akhir Zaman, Khilafah Islam sedang membutuhkan
para Mujahid Tangguh untuk persiapan tempur menjelang Tegaknya Khilafah yang dijanjikan.

Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

Masukan Kode yang sesuai dengan Bakat Karunia Allah yang Antum miliki.

301. Pasukan Bendera Hitam
Batalion Pembunuh Thogut / Tokoh-tokoh Politik Musuh Islam

302. Pasukan Bendera Hitam Batalion Serbu
- ahli segala macam pertempuran
- ahli Membunuh secara cepat
- ahli Bela diri jarak dekat
- Ahli Perang Geriliya Kota dan Pegunungan

303. Pasukan Bendera Hitam Batalion Misi Pasukan Rahasia
- Ahli Pelakukan pengintaian Jarak Dekat / Jauh
- Ahli Pembuat BOM / Racun
- Ahli Sandera
- Ahli Sabotase

304. Pasukan Bendera Hitam
Batalion Elit Garda Tentara Khilafah Islam

305. Pasukan Bendera Hitam Batalion Pasukan Rahasia Cyber Death
- ahli linux kernel, bahasa C, Javascript
- Ahli Gelombang Mikro / Spektrum
- Ahli enkripsi cryptographi
- Ahli Satelit / Nuklir
- Ahli Pembuat infra merah / Radar
- Ahli Membuat Virus Death
- Ahli infiltrasi Sistem Pakar

email : angsahitam@inbox.com
masukan dalam email kode yang dikehendaki
misalnya 301 : (untuk batalion pembunuhh Thogut / tokoh-politik)


Disebarluaskan
MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

Fata At Tamimi
singahitam@hmamail.com

Post a Comment

Daftar Isi Blog
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Akidah Filsafat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger